Satu Pasien RSUD Ternate Dipulangkan Positif Corona

0
41

Perkembangan Siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19 di Maluku Utara

# Orang Isolasi Diri = 309 Orang

# Orang Dalam Pemantauan (ODP) = 5 Orang

# Status Terkonfirmasi Positif Covid-19 = 1 Orang

TERNATE,HR—-Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) RSUD Chasan Boesoerie Ternate yang diturunkan statusnya menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) lalu dipulangkan ke rumah oleh tim gugus tugas penanganan Corona Virus (Covid-19), ternyata terkonfirmasi positif Covid-19, sperti dikutip dari laman indotimur.com, Senin (23/3/2020).

Padahal, paisen tersebut baru satu kali dilakukan pengambilan specimen dan dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI, itupun hasillnya belum keluar tapi yang bersagkutan sudah dikeluarkan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Malut dari RSUD Chasan Boesoerie Ternate.

Sekertaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Malut, dr Rosita Alkatiri dalam konferensi pers mengaku, awalanya pasien ini kondisinya sangat baik sehingga dikembalikan ke rumah untuk diisolasi diri.
Selain itu, kata dr Rosita, petugas juga sudah melakukan pemeriksaan kepada pasien sebanyak dua kali, bahkan di keluarga juga sudah dilakukan pemeriksaan.

Menurutnya, penanganan kasus orang yang positif corona ini tentu sudah sesuai protap dan SOP yang telah dibagikan.

“Apabila pasien dikategorikan masuk PDP namun tidak menimbulkan gejala berat akan diisolasikan di rumah dengan pengawasan, dan juga dengan memprotek pasien tersebut dengan Alat Pelindung Diri (APD),” jelasnya.

Dia menjelaskan, hal ini merupakan upaya yang sudah dilakukan agar bisa meningkatkan kualitas hidup pasien dengan melakukan aktivitas sehari-hari, namun hanya dirumah dengan menggunakan alat pelindung diri.

“Sekarang pasien tersebut sudah kami lakukan isolasi di RSUD Ternate sambil menunggu pemeriksaan kembali. Dimana sesuai SOP pemeriksaan pasien positif corona 1 hari minimal 4 kali pemeriksaan,” kata dr Rosita dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2020).

Rosita mengaku, saat ini pasien dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala sama sekali, karena pasien tersebut sudah lewati masa pemulihan disaat pengambilan specimen.

“Sekarang kami akan lakukan swab kembali kepada pasien tersebut dan hasilnya akan dikirim lagi ke Jakarta untuk memproteksi. Tentu kami masukan kembali ke dalam ruangan isolasi agar terus dipantau.
Lanjutnya, setelah terkonfirmasi positif pihaknya langsung melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien tersebut.

“Yang bersangkutan sudah dijemput dan isolasi, semmentara dua keluarganya yakni satu anak dan istrinya juga diisolasi dan masuk PDP,” jelas Rosita.(red)

 

Tinggalkan Balasan