Insentif Tenaga Kesehatan Untuk Covid Masih Diverifikasi 

0
66

TOBELO, HR—Tim medis yang menangani pasien Covid-19 di Halmahera Utara nampaknya harus bersabar. Pasalnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Halut saat ini, masih melakukan verfikasi data terkait pemberian insentif kepada para tenaga medis, yang terlibat langsung penanganan pasien positif virus Corona.

Hal tersebut disebabkan adanya perubahan Keputusan Kemenkes RI terkait dengan jumlah insentif yang diterima oleh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 besarannya beragam.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Halmahera Utara, Muhama Tapi Tapi menjelaskan, pihaknya masih melakukan verifikasi data ulang karena ada perubahan petunjuk teknis (juknis) terkait dengan syarat pembayaran yang bekerja untuk Covid, ” data sudah dikirim tetapi karena ada perubahan Juknis maka kami lakukan verifikasi ulang siapa saja yang berhak menerima insentif,” jelas Kadiskes Halut, Muhama Tapi Tapi, Selasa (07/07/2020).

Menurutnya, dalam Juknis Kemenkes disebutkan syarat pembayaran tenaga medis yang bekerja untuk penanganan pasien Covid, ” yang mendapat insentif itu, tenaga medis yang beresiko terpapar Covid,” ujarnya.

Muhama menambahkan Dinas kesehatan melakukan verifikasi data tenaga medis di Puskesmas dan Posko sedangkan Rumah sakit umum daerah juga melakukan verifikasi, karena sebagai rumah sakit rujukan,” 

Jadi insentif itu bentuk apresiasi dari pemerintah kepada tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dengan besaran bervariasi maksimal Rp 5 juta per bulan untuk dokter, tenaga kesehatan lainnya terhitung sejak mereka mulai menangani kasus itu.” Pungkasnya. (rma)

Tinggalkan Balasan