Warga Gosoma Ditemukan Tewas Gantung Diri Gunakan Tali Rafia

0
52

TOBELO, HR– Fredik Tutuarima alias Iki (45) Warga Desa Gosoma Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara ini ditemukan warga dalam keadaan gantung diri didalam rumahnya. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (27/02/2020) siang ini sempat menggegerkan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh Firjin Senen yang merupakan kerabat korban sekitar pukul 15.00 WIT. Firjin mengaku, diminta oleh neneknya untuk mengecek rumah korban karena terlihat di kunci dan ditutup rapat semenjak tadi malam. 

Karena melihat rumah korban tertutup kemudian Firjin memanjat rumah korban lewat fentilasi rumah di bagian dapur dan masuk mengecek kondisi di dalam rumah, setelah berhasil masuk kedalam rumah, ia melihat korban sudah tergantung di bagian ruang belakang. “Saya melihat korban tergantung, kemudian saya llangsung membuka pintu rumah dan keluar untuk memberitahukan kepada warga sekitar kondisi korban yang sudah menggantungkan dirinya.” Katanya.

Sementara isteri korban, Olfrince Anthony (40) mengatakan bahwa sekitar pukul 15.07 wit, ia mendapat telephone dari adiknya dan meminta agar segera pulang karena suaminya ( Korban ) sudah meninggal akibat dari menggantungkan dirinya. ” Setelah mendengar informasi tersebut, saya langsung meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke rumah untuk memastikan apakah benar atau tidak informasi dari adik saya,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada masalah di dalam keluarga korban dan keberadaan rumah tangga mereka dalam keadaan baik-baik, namun dalam beberapa hari belakangan, Korban sering mengkonsumsi minuman keras dan mabuk, ” saya menegur dan menasehati namun karena korban tidak menghiraukan nasehat dan teguran saya maka, saya menghindar dan menginap di orang tua,” jelasnya.

Ia mengaku jika korban dalam kondisi mabuk selalu melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya maupun orang lain, “dari perlakukan korban seperti itu sehingga saya menghindar demi kebaikan korban maupun saya,” ucapnya.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Halut AKP Rusli Mangoda mengatakan korban menggantungkan dirinya dengan menggunakan tali rafia tepatnya di kayu balok yang berada di atas palfon rumah,” posisi korban pada saat tergantung dalam keadaan jongkok.” Katanya.

Menurutnya, diduga motif korban melakukan gantung diri karena merasa kecewa terhadap istrinya, karena semenjak isterinya menegur korban pada beberapa hari yang lalu, sang istri tidak lagi bersama-sama dengan korban dan telah menginap di kediaman orang tuanya, “Korban merasa tersinggung dan di remehkan terkait dengan status pekerjaan antara suami istri.” ujarnya.

Ia menjelaskan sebelum korban melakukan gantung diri, korban telah melakukan vidio siaran langsung lewat akun Face Booknya, dan telah mengatakan dalam vidio tersebut yaitu Samua kita sudah kasih, sudah tidak mampu hidup kaya bagini, bini PNS kecuali kita tidak ada kerja, selalu orang tua turut campur, mayat harus bawah pulang Moratai tidak boleh disini, Boleh sudah, kasih tinggal dia kaweng baru. Keluarga harus kasih pulang di Morotai tidak boleh tanam di sini, hidup saja, sifat kamu kayak bagitu,

Ini kaka punya sertifikat tanah. ” vidio yang di unggah oleh Korban lewat akun Facebooknya berdurasi kurang lebih 4 jam.” kataya.

Ia mengatakan istri dan keluarga korban tidak menginginkan dilakukan autopsi oleh karena mereka telah menerima penyebab kematian korban yaitu murni gantung diri, serta mereka telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi yang di tandatangani oleh Istri dan keluarga.   “Barang bukti HP milik korban yang terdapat Vidionya sebelum dan setelah gantung diri, telah di amankan oleh Penyidik Polres Halmahera Utara.” tadasnya. (man)

 

Tinggalkan Balasan