Kasus Pemuda Tutumaleleo Di Mutilasi Tanpa Kepala Belum Terungkap

0
3996

TOBELO, HR– Kasus penemuan mayat dengan  kondisi termutilasi mengegerkan warga desa Tutumaleleo dan Dodowo kecamatan Galela Utara  kabupaten Halmahera Utara, hingga saat ini belum terungkap, sejak ditemukan pada rabu (25/12/2019) lalu.
Kasus ini masih menyisakan mesteri siapa pelaku sadis yang tega menghabisi nyawa Sukarno Maba alias Karno, (23) warga Tutumaleleo yang ditemukan tewas terapung dengan kondisi sudah termutilasi pada kedua tangan dan kepala serta kaki kirinya, sudah dalam keadaan terpotong.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Yuyun Arif Kus Handriatmo mengakui kasus ini belum berhasil di ungkap, namun timnya terus melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini. “ penyidik masih terus melakukan penyelidikan sudah beberapa saksi yang di periksa atas kasus ini,” ujar Kapolres Halut, AKBP Yuyun Arif Kus Handriatmo, Minggu (28/12/2019).
Seperti diberitakan sebelumnya,
Penemuan ini, pertama kali diketahui Jufri Walanda salah satu nelayan warga Desa Salimuli kecamatan Galela Utara, dan langsung dilaporkan ke kepala desa Dodowo, Fadel Hi Abdul Mutalib.
Setelah menerima informasi tersebut, kepala Desa Dodowo, Fadel Hi Abdul Mutalib bersama warga langsung melakan evakuasi korban menggunakan perahu selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Berdasarkan keterangan saksi Jama Maba (ayah korban), bahwa pada hari jumat malam sekitar pukul 03.00 wit, saksi bangun dari tidur kemudian memeriksa kamar korban untuk memastikan apakah korban sudah tidur atau belum, saat saksi memeriksa kamar korban, saksi melihat ada orang yang tidur di kamar korban, sehingga saksi menganggap orang tersebut adalah korban, kemudian saksi kembali tidur.
Korban dinyatakan hilang pada hari sabtu (11/12) setelah, saksi bangun dari tidur kemudian kembali memeriksa kamar korban dan melihat bahwa yang tidur saat itu bukan korban akan tetapi ponakan saksi, setelah itu saksi kemudian mencari korban di pantai dan kebun namun saksi tidak menemukan korban. Karena korban tidak ditemukan maka diberitahukan kepada masyarakat Tutumaleleo, kemudian Kepala Desa bersama masyarakat mencari korban di seputaran pantai dan hutan selama empat hari berturut-turut namun korban tidak di temukan.
Korban, ditemukan Rabu 25 Desember 2019 sekitar pukul 18.00 wit oleh nelayan di perairan desa Dodowo kemudian  korban di evakuasi menggunakan perahu mesin ke Desa Tutumaloleo, pihak keluarga memeriksa korban dan saksi serta pihak keluarga korban membenarkan bahwa mayat tersebut adalah korban, karena di kenali dari celana yang korban gunakan.
Selain itu, berdasarkan Keterangan saksi Rahman Rajuna, bahwa pada hari jumat malam sekira pukul 01.30 wit, saat itu, ia dan sepupuhnya Mirdam Rajuna dan beberapa orang sedang berada di rumah korban sedang berkumpul untuk persiapan acara pernikahan. saat sedang duduk tiba-tiba saksi dan sepupuhnya mendengar ada buah mangga yang jatuh kemudian mereka saling berebutan mengambil buah mangga tersebut dan melihat korban berjalan menuju ke arah pantai.
Tak lama  kemudian saksi dan sepupuhnya yang saat itu masih berada di bawah pohon mangga melihat ayah korban Jama Maba juga menyusuli korban sehingga saksi dan sepupunya sempat bertanya kepada Jama Maba  bahwa kemana pergi, kemudian Jama Maba mengatakan bahwa  hanya pergi ke pantai, setelah itu saksi dan sepupunya kembali kerumah korban dan tidak lama kemudian pulang ke rumah mereka.
Jenazah Sukarno Maba (23) yang diduga menjadi korban mutilasi, akhirnya di bawah ke RSUD Tobelo di lakukan visum untuk memastikan penyebab kematian korban. (man).

Tinggalkan Balasan