Kendala Data, Besok ! Pemkot Ternate Baru Salurkan Bantuan

0
42

TERNATE,HR—-Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Sosial Kota Ternate, Rabu (6/5/2020) besok, akan menyerahkan bantuan social (Bansos) ke masyarakat Kota Ternate sebanyak 13.476 kepala keluarga (KK). Bantuan yang diberikan ini berupa sembilan bahan pokok (Sembako).

Kepala Dinas Sosial Kota Ternat, BUrhanudin Abdul Kadir didampingi Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos, M Irfan Gaus dan Koordinator Humas Covid-19, Anas Conoras mengatakan terkait jumlah yang KK yang menerima dana bantuan sosial sebanya k13.476 KK. Dimana sebagian data belum valid secara administratif seprti Kartu Tanda Penduduk (KTP) belum masuk dan rata – rata ganda.

“KK dan KTP belum dilengkapai di dua Kelurahan yakni Kelurahan Maliaro dan Gamalama, kita sudah kase deadline, sehingga mereka harus secepatnya kase masuk,’’ bebernya, Selasa (5/5/2020).

Menurut Burhan, bantuan tersebut berupa teh celup, beras 10 kilogram, gula pasir, telur satu rak, mie instan, susu kental manis, minyak goreng 2 kilogram. Jika diuangkan sekitar Rp773. 750. Pasalnya, ini penunjukan langsung ke pihak ketiga, sehingga jangan sampai angka berubah.

“Ini sesuai aturan dan mekanisme, sedangkan total anggaran saya tidak tahu, tapi kami persiapkan 15 ribu KK, data kita sementara 13.476 KK. Kita sambil menunggu data dari pusat, karena APBN, jangan sampai duplikasi. Saya terima data 15.279 KK, awal trima data Minggu 26 April 2020 lalu, kita mulai melakukan sortir jangan sampai penggandaan, sehingga penurunan 1.000 lebih,’’ ungkapnya.

Lanjut dia, delapan kecamatan di dalam Kota Ternate itu angka sementara, angka itu akan berubah, jangan sampai nama sudah ada terima bantuan, tidak ada masalah dan sudah masuk data terpadu kesejahteraan.

“Kita minta Polres data supir, jangan APBN yang dikelola lantas itu sudah diberikan, apakah kita harus berikan dengan APBD kan tidak lagi,’’ tutur Burhan.
Burhanudin mengatakan, salurannya diberikan secara bertahap, Kecamatan Ternate Barat dan Kecamatan Pulau Ternate, Ternate Utara, Pulau Moti, sesuai data valid baru bias di salurkan.

“Kami sampaikan permohonan maaf ke masyarakat ini kendala, kita sudah diperintahkan Walikota, hanya ada kendala dari pusat. Saya mengkhawatirkan dapat bantuan yang ganda. Lebih baik kita terlambat daripada mendapat bantuan ganda,’’ ucapnya.

Sementara Pj Sekertaris Daerah Kota Ternate, Thamrin Alwi mengakui Pemkot agak sedikit terlambat penyalurannya, karena jumlah jiwa banyak. Kemudian bervariasi karena ada data yang menjadi masyarakat miskin dan berdampak di Covid 19.

“Data kita sisir, dari Pemprov sudah dahulu membagi, karena kita takut terjadi dobel. Karena data yang diberikan di tiga kecamatan itu data tidak pernah disampaikan ke kami. Sehingga ditakutkan jangan sampai dobel, sementara sasu sisi menanti, dan masyarakat lain dapat bobel. Kalau Pemprov berikan bantuan, kami diberikan tembusan per gugus, dan jangan menimbulkan data rancuh di lapangan. Maka dasar itu kita siapkan pengaduan di lapangan, kalau ada masyarakat tidak puas segera mengadu karena kita buka pos pelayanan pengaduan,’’ terangnya.

Meski begitu, Thamrin menambahkan tidak pernah Pemprov minta data ke Pemkot, meeka langsung ke Camat masing –masing, padahal secara structural bukan atasan mereka, tapi atasan mereka Walikota.

“Langkah koordinasi ditingkatkan, sehingga kita bisa sama – sama mempunyai data itu. Kerja Ngaco ini,’’ kesalnya.(nty)

 

Tinggalkan Balasan